Mencintai OSC

Dinamika hidup membiara membuat saya untuk selalu mempertanyakan apakah yang saya temukan dalam hidup religius ini? Tentu pertanyaan ini akan membantu saya untuk menjawab apa tujuan dari hidup membiara.

Perjlanan hidup membiara bagi saya adalah bukan suatu pelarian, bukan suatu tawaran untuk mencari kesenangan saja. Apa yang saya jalani bukan hanya demi mencari suatu kesenangan.

            Menjalani hidup membiara adalah sebuah panggilan yang saya tanggapi, akhirnya membawakan saya pada suatu keputusan untuk membuat komitmen. Keputusan dan komitmen ini adalah sebuah refleksi dan kesadaran diri saya. Komitmen saya dalam hidup membiara adalah melayani Tuhan dan mengabdi diri seumur hidup untuk Allah. Seluruh diri  saya dipersembahkan hanya untuk Tuhan.

 

Dimana komitmen ini saya tumbuh kembangkan???

Dalam diri OSC adalah sebuah peziaraan yang saya pilih untuk mengadi diri kepada Tuhan, kepada Kristus yang tersalib, sehingga saya memilih OSC sebagai awal dan akhir untuk mengabdi diri saya kepada Tuhan, mengabdi diri sampai mati. Tekad  dan keputusan ini sudah menjadi sebua lingkaran yang utuh dalam hidup saya, tidak ada yang lain selain OSC yang ada dalam diri saya. Dalam perjalanan hidup membiara di OSC saya mendalami kehidupan Spritual dan Jasmani yang baik. Kehidupan dalam karya dan pelayanan serta persaudaraan yang saya rasakan pun membawa saya kepada Tuhan. Disinilah saya memilih dan bertahan hidup di OSC. Disinilah seluruh diri saya dipersembahkan kepada Tuhan lewat ORDO SALIB SUCI.

            Dengan demikian atas bantuan dan Rahmat Allah yang telah memanggil saya untuk mengikuti-Nya, maka saya dapat menyatakan bahwa saya tetap mencintai OSC walau pun tantangan atau badai yang berat saya hadapi (saya tetap mencintai OSC). Tidak ada kuasa apa pun dan suara apa pun yang dapat mengubah keputusan dan komitmen saya. Hanya Tuhan sendiri yang menyelenggarakan kuasa ini. Tuhan sendiri tahu bahwa saya mencintai OSC. Tuhanlah yang memperkenalkan OSC dalam hidup saya.

            Saya tidak membedakan OSC, berdasarkan Tempat, suku, Provinsi. OSC itu hanya satu. Saya tahu sedikit situasi yang terjadi di Wahyu Salib dan Sang Kristus. Kedua-dua-duanya baik bagi saya. Kalau memang Wahyu Salib harus hilang’ tetapi OSC tidak hilang dari hidup saya. OSC ada di  juga di Sang Kristus. Maka saya memilih utuk masuk Sang Kristus karena saya mencintai  OSC. Sekali lagi kalau wahyu salib hilang, saya memilih masuk  Sang Kristus. Penglaman hidup membuat saya selalu mencintai OSC, bukan karena apa yang saya alami semua itu baik-baik saja. Apa yang saya alami baik maupun buruk itulah yang mewarnai hidup saya dan membuat saya untuk tetap mencintai OSC.

            Saya dibesarkan dan didik di Sang Kristus, membawah saya pada satu keputusan untuk memilih tetap hidup di OSC dalam tangan Sang Kristus jika Wahyu Salib harus ditiadakan. Saya tidak memilih provinsi lain atau memilih kelompok rligius yang lain. Di sini saya nerasakan polah hidup persaudaraan yang sama dengan wahyu salib, yang hanya dapat membedakan adalah karakter. Namun karekter itu tetap saya menegerti dan memahami. Perjalanan hidup yang saya alami di sini, itulah yang membawah saya pada keputusan untuk masuk Sang Kristus.

 

Alasan membuat Komitmen………………        

 

            Saya tidak mempunyai banyak alasan untuk membuat komitmen ini. Hanya melaui refleksi dan apa yang saya ceritrakan dalam refleksi itulah, saya harus memilih. Seperti yang saya ungkapkan dalam refleksi, mengapa saya memilih masuk Sang Kristus, karena saya bertumbuh dan dibesarkan di sini. Semua dinamika hidup religius saya, saya peroleh disini, masakan harus saya memilih provinsi lain atau kelompok religius lain kalau wahyu salib ditiadakan? Atas refleksi dan atas doa serta bantuan Allah saya memilih Sang Kristus,dan masih mencintai OSC.

Komitmen…………………

            Hanya ada satu komitmen bahwa saya tetap mencintai OSC dan dengan senang hati bergabung dengan OSC Sang Kristus. Semoga Permohonan dan lewat komitmen saya ini diterima oleh para saudara OSC Sang Kristus. Terima kasih atas doa dan dukungan persaudaraan serta pembinaan yang telah membantu saya dalam keputusan ini. Biarlah Tuhan yang menyelenggaraka-Nya (DEUS PROVIDEBIT).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: