Gereja menjadi teladan………

            Sejak awal kelahirannya, Gereja sudah banyak memberi perhatian dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial.Kerlibatan sosial Gereja berakar dalam iman kepada Allah yang sungguh peduli terhadap penderitaan manusia sebagaimana digambarkan dalam pembebasan umat Israel dari perbudakan Mesir dan membawa mereka menuju tanah terjanji yang berlimpah susu dan madunya (bdk. Keluaran). Landasan Teologis (ASG) bahwa: Allah yang telah membebaskan umat Israel dari rumah perbudakan mengikat perjanjian dengan Umat Israel.  Sebagai umat perjajian, umat Israel harus hidup berdasarkan hukum Tuhan: Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi, hidup berdasarkan keadilan dan belas kasih kepada sesama. Sebagai Umat Perjanjian dan telah mengalami kebaikan Allah, dibebaskan dari perbudakan, Isral dipanggil untuk menjadi pembebas dan berlaku adil dan bermura h hati kepada orang-orang miskin (anak yatim, para janda, orang asing).Keterlibatan sosial Gereja juga menarik inspirasinya dari tradisi Perjanjian Lama berkaitan dengan tanggung jawab sosial  kepada mereka yang menderita, sebagai contoh Institusi Hari dan Tahun Sabat, Tahun Yobel sebagai Tahun Rahmat Tuhan, Tahun pembebasan: Allah merestorasi  martabat manusia (Kitab Imamat 25).Keprihatinan Allah kepada orang-orang kecil, tertindas, tersingkir semakin nyata dalam hidup, ajaran dan pelayanan Yesus yang menghadirkan Kerajaan Allah, sebagaimana dikisahkan dalam Injil contoh Lukas 4: 16-21; Mat. 5-7, Luk. 10: 25-37.Yesus Kristus mewartakan keselamatan yang merupakan anugerah Allah, sebagai pembebasan dari segala sesuatu yang menindas manusia yang berakar dalam dosa. Solidaritas dan belas kasih Yesus kepada  kaum marginal dan mereka yang miskin, menjadi model  bagi solidaritas dan belas kasih  Gereja.

     Apa yang perlu diperhatiakan oleh gereja zaman sekarang ……………………????????????????????????????????????????????

Kita pun perlu menyadari bahwa kita seharusnya melanjutka misi dan kesaksian para murid. Kita tidak hanya diam sejenak,namun yang diharapkan kepada kita adalah suatu tindakan kongkrit. Tindakan  yang mau memberi apa yang kita miliki untuk sesama. Gereja diharapkan tidak hanya berbicra soal iman saja, tetapi soal tindakan dan bukti yang harus dinyatakan dalam kehidupan sosial pun. Gereja dipanggil untuk mewartakan Injil Kabar baik kepada semua manusia. Ada dua misi Gereja:

v     Misi spiritual:memanggil orang pada pertobatan untuk mendapat keselamatan.

v      Misi sosial:keterlibatan Gereja dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Dalam misi sosial inilah Gereja melakukan kritik kenabian. Maka dengan jsendirinya  Kesatuan antara Pewartaan Injil dan Perjuangan demi Keadilan itu tetap ada dan tidak hilang,begitupun Perjuangan demi keadilan dan partisipasi dalam perubahan dunia,nampak bagi kami, sebagai dimensi hakiki pewartaan Injil. Atau dengan kata lain, misi Gereja untuk penebusan umat manusia dan pembebasannya dari setiap situasi penindasan (Keadilan dalam Dunia ).

Dimensi sosial-politik Iman……..Iman kepada Allah dalam diri Yesus Kristus, bukan hanya menyangkut kesalehan dan kesucian pribadi, bukan hanya berurusan dengan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga menyangkut hubungan manusia dengan sesama dan lingkungan.  Iman kepada Allah harus mempengaruhi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak kita. Sejauh mana iman berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.Iman mendorong dan menggerakkan orang untuk memberi kontribusi pada kesejahteraan bersama, membangun dunia menjadi lebih adil, manusiawi. Dimensi sosial-politik Iman ………………..

Di indonesia.. Di indonesia kita sering menghadapi berbagai masalah. Kalau kita memperhatikan sebaik-baiknya, tentu tidak ada hal lain lagi kalau bukan maslah aborsi, Kriminal misalnya kerusuhan antar suku, agama/Terorisme, masalah Ekologi dan masih ada lagi masalah-masalah lain yang belum terselesaikan diantaranya masalah di dalam rumah tangga. Semua ini adalah tanggung jawab kita bersama, namun Gereja perlu menyadari bahwa Gereja justru sebagai suatu lembaga institusi perlu menyuarakan dan mau terlibat untuk menyelesaikannya.suatu tanggung jawab kita bersama yang tidak bisa kita hindari atau pura-pura untuk menutup mata,mwenutup telinga atau lebih sadis lagi kalau Gereja sengaja untuk menutup hati. Seandainya kalau Gereja tidak memperhatikan ini berarti Gereja gagal untuk menjalankan misinya. Maka misi Yesus pun tidak terlaksana yakni karya keselamatan yang Ia percayakan kepada kita itu hilng begitu saja. Hal ini adalah dosa yang sangat berat bila kita melupakanya. Kita semua berharap agar misi ini terlaksana maka, pertama-tama kita mulai dalam kehidupan kita sehari-hari enta melalui pegalaman kita dalam tugas dan relasi kita dengan sesama dimana pun kita berada dan apa yang harus kita perbaiki bilamana masih ada yang kurang dan perlu diperbaiki dalam lingkungan hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: