Korupsi lebih jahat dari pembunuhan

 

KORUPSI LEBIH JAHAT DARI PEMBUNUHAN

(Thomas Renwarin)

Kalau sesorang hanya bisa memenuhi satu keinginan dari sekian banyak keinginan yang ada rasanya belum begitu puas. Keinginan selalu menawarkan begitu banyak hal yang belum menjadi kebutuhan manusia sampai pada penawaran untuk memenuhi kebutuhan yang sama, karena kebutuhan sama itu rasanaya belum begitu memuaskan. Sehingga,  seolah-olah manusia itu diperbudak dengan keinginan dirinya bukan karena kebutuhan primernya yang ingin dikejar.

Apa yang menyebabkan manusia untuk selalu terus menerus memenuhi knginanya? Penyebabnya adalah manusia disituasikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, baik kebutuhan pribadi, atau kebutuhan rumah tangga atau keluarga yang belum terpuaskan. Kebutuhan-kebutuhan itu misalnya biaya hidup sehari-hari, biaya sekolah untuk anak, biaya kesehatan dan biaya untuk keperluan lainya yang sangat mendesak. Sedangkan kebutuhan pribadi misalnya, hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan teknologi yakni Henphone, Letpton, Black Bery, mobil bahkan sampai pada keinginan-keinginan lainya misalnya fasilitas-fasilatas rekreasi atau biaya untuk hiburan, biaya liburan dan lain-lain. Pertanyaanya adalah, dari mana semua dana ini untuk membiayai semuanya ini?. Tentu kalau kita mencoba menyelediki permasalahan dan kebutuhan seperti yang sudah diungkapkan itu, maka semua kebutuhan dan keinginan ini tidak bisa ada dan terpenuhi secara terus menerus kalau manusia itu tidak mendapat dana yang besar. Sebab, yang tercatat disini adalah bukan hanya soal kebutuhan hidup atau kebutuhan primer saja yang ingin di penuhi melainkan juga kebutuhan pribadi, sebab zaman sekarang ini, semua orang lebih senang dengan bagaimana cara untuk memenuhi keinginan pribadi dari pada kebutuhan. Permasalahan ini, seolah-olah keinginan itu sangat jauh lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan.

Pada prinsipnya orang zaman sekarang ini asalkan gaya saja itu sudah cukup. Gaya hidup mendesak orang untuk memenuhi keinginan yang belum terpenuhi atau gaya hidup mendesak orang untuk selalu memenuhi kebutuhan yang lain yang belum pernah dirasakan. Gaya hidup inilah yang mendesak orang untuk bersaing memenuhi keinginan-keinginan yang sebenarnya tidak terlau mendesak untuk dipenuhi. Apa masalahnya dibalik ini? Masalahnya hanya satu saja yakni, gengsi. Kalau orang berada pada level ini maka dengan cara apa saja orang bisa memenuhinya apalagi mencuri.

Korupsi itu bukan terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan melainkan untuk  memenuhi keinginan. Mengapa demikian? Saya yakin bahwa jika hanya kebutuhan saja maka kebutuhan itu bisa dapat dipenuhi dengan gaji yang ada. Tetapi jika bukan hanya kebutuhan yang ingin dipenuhi melainkan keinginan yang juga harus dipenuhi maka gaji yang kita miliki itu, saya yakin tidak tercukupi. Maka jalan satu-satunya adalah korupsi. Kalau bukan korupsi, apalagi? Apakah memenuhi keinginan itu dengan usaha lain misalnya membuka usaha untuk mendapatkan uang. Ya, itu boleh-boleh saja tetapi dalam keadaan mendesak untuk memenuhi keinginan pribadi itu, orang harus korupsi secara diam-diam. Sebab, salah satu alternatif untuk cepat mendapatkan biaya dan memenuhi keinginan ini adalah korupsi.

Dengan demikian korupsi itu bukan hanya masalah pencurian melainkan pembunuhan dan bahkan lebih jahat dari pembunuhan. Mengapa demikian? Karena pembunuhan itu bisa berkaitan dengan tindakan langusung dan pada siapa orangnya. Sedangkan korupsia ini adalah tindakan pembunuhan secara halus tapi sangat berefek bagi banyak orang. Salah satu contoh yang terjadi di negara kita adalah, korupsi yang terjadi dikalangan pejabat negara. Korupsi itu tidak lain daripada korupsi uang negara, dan uang negara itu adalah uang seluruh masyarakat Indonesia. pertanyaanya dari mana dana yang akan pemerintah berikan  untuk membantu  masyarakat kecil yang menderita? Kalau melihat pernyataan yang diajukan kepada saya, apakah yang kamu pilih korupsi atau membunuh, dalam situasi yang mendesak saya lebih memilih membunuh. Mengapa demikan karena membunuh terjadi hanya sekali saja sedangkan korupsi itu boleh dikatakan rencana jangka panjang dan bisa berulang kali apalagi belum terbukti, dan dalam proses itu tentu telah banyak mengorbankan banyak orang dalam situasi penderitaan. Maka bagi saya lebih baik mati dibunuh dari pada  menderita sepanjang hidup.

Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain

Mark 1:29-34

                                                      “Melayani”

 

Kebanyakan orang kalau dalam situasi sakit atau menderita, tentu dia akan mengalami suatu pertobatan atau rekonsiliasi baik dalam dirinya maupun hubungan dengan orang lain. Tetapi sebaliknya kalau ia berada dalam posisi yang sehat dan baik ada kemungkinan untuk egois. Dua pengalaman ini kita bisa rasakan dalam hidup keseharin kita baik di komunitas,di sekolah,di kampus,di masyarakat kita dan bahkan cobah kita amati dalam kehidupan keluarga kita sendiri. Coba kita bayangkan, jangankan di komunitas,di sekolah,di kampus, atau di masyarakat ; di dalam keluarga atau rumah kita sendiri saja bisa terjadi dua pengalaman ini. Pengalaman yang sering terjadi di dalam keluarga adalah pengalaman egois kita. Woo..bersama orang-orang dalam rumah sendiri kok bisa ada keegoisan apalagi di ligkungan lain.

Dalam Injil Markus, Yesus merestorasi dan membuat suatu hal yang baru yakni mau mengajak orang untuk tidak melihat apa yang ada di dalam dirinya saja tetapi, juga melihat orang lain. Peristiwa Yesus menyembuhakan Ibu mertua Petrus dan orang-orang lain dalam Injil Markus (1:29-34) itu bukan sekedar mau menunjukan kepedulian dan kebolehan diri-Nya saja, atau sebagai pelayanan seorang nabi yang bisa menyembuhkan, melainkan suatu ajakan kepada kita untuk peduli terhadap orang lain. Dalam teks ini ada beberapa hal yang ingin Yesus tunjukan kita dalam Pelayana-Nya kepada ibu mertua Petrus dan orang-orang lain

  1. Kepeduliaan kita bukan hanya saat kita sedang mengalami situasi dan keadaan yang baik melainkan dalam keadaan apa pun, kita harus melayani.
  2. Bagaimana sangat begitu penting pelayanan itu dibutuhkan oleh orang lain.
  3. Bagaimana kita peduli terhadapa orang lain dengan pelayanan kita ketika kita kuga pernah merasakan pelayanan orang lain saat kita sedang membutuhkan.
  4. Bagaimana sebuah berkat itu kita bagikan kepada orang lain juga ketika kita memperolehnya dari Tuhan. Hal ini nampak dalam ayat 31, disana dikatakan bahwa ketika ibu mertua Petrus sembuh, ia pun bangun dan melayani mereka.

 

Saudar-saudari terkasih, untuk menjalankan sikap Yesus ini, dijamin tidak begitu sulit, asalakan saya,anda dan kita semua yang ada di sini mau melakukanya. Ingin tahukah anda dan kita semua di tempat ini mengenai tips pelayananya? Maka ada satu syarat yakni kerendahan Hati, itu sudah cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: