Manajemen Pastoral

Hirarki Gereje dan Organisasi Gereja Hirarki Gereje dan Organisasi Gereja I. Gambaran tetang Hirarki Gereja Kekuatan Gereja sangat tergantung pada organisasi-organisasi yang kita bangun sejak Gereja perdana dan itu sampai hari ini kita sebagai gereja masa kin masih menjalaninya. Yesus meninggalkan tradisi ini sebagai bentuk peletakan dasar hidup Gereja yang kuat. Kata Yesus hai petrus diatas batu karang ini Aku akan dirikan Gereja. Rupanya kita tidak bisa menghilangkan tradi dari kitab Suci ini, sebab banyak hal yang kita lakukan dan alami sekarang ini merupakan tradisi Yesus dan para murid. Yesus pergi dan meninggalkan warisan yang istimewa yakni Gereja (Umat) yang dibawa pimpinan Petrus dan para murid yang lain. Maka kita kenal dalam Gereja katolik sekarang ada struktur kepemimpinan yang disebut hirarki Gereja. Mereka inilah yang sampai pada saat ini membuat Gereja kuat dan tak muda tercerai berai dan tidak memiliki sekte-sekte seperti agam-agama yang lain.Siapa saja mereka itu? A. PAUS B. USKUP C. IMAM D. DIAKON Sangat jelas dalam DSA (Doa Syukur Agung) telah kita sebut nama-nama tersebut dengan prinsip bahwa kita mendoakan mereka agar mereka selalu memegang jabatan kerasulan dan tugas ini dengan baik dan benar, dan bukan merupakan suatu beban hidup mereka. Bagaimana tugas mereka? A. Paus Paus adalah sebagai pengganti Rasul petrus; sebagai penganti petrus maka dialah yang menjadi pemimpin Gereja. Sebagai pemimpin tertinggi Gereja maka dia bertanggung jawab atas seluruh reksa pastoral dan Hukum Gerejani yang ada di Gereja Katolik. Paus yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi diharapkan supaya dapat menghidupi suatu persekutuan komunitas ilahi yang ada di dalam Gereja Katolik dan berusaha memperhatikan Hukum-hukum Gereja agar Gereja ini mampu berdiri sampai selama-lamanya. Namun dalam menjalani tugas Gerejani Paus tidak bekerja sendiri seperti robot tetapi Paus memiliki rekan kerja yang ada di tiap-tiap keuskupan di seluruh dunia yakni Uskup. siapa Uskup itu?. B. Uskup Uskup sebagai pengganti rasul yang lain yang merupakan rekan Kerja dari Petrus. Uskup sebagai rekan kerja dari Paus,maka Uskup diberikan kuasa untuk bertanggung jawab dalam suatu keuskupan atau Diosesan. Tugas Uskup juga bertanggung jawab atas perkembangan iman umat yang ada dalam keuskupan atau dalam sebuah keuskupan. Sebagai Gembala umat Uskup harus mampu memberikan teladan hidup dan mampu mengarahkan umat kepada Kristus. Uskupun kita tahu bahwa Ia tidak dapat bekerja sendiri seperti robot sama dengan Paus, tetapi Ia memiliki rekan Kerja yang bekerja di Paroki-paroki yakni beberapa imam. Siapa imam itu? C. Imam Imam adalah rekan kerja Uskup atau perpanjangan tangan dari Uskup. Dengan wilayah keuskupan yang paling luas itu maka Uskup tidak bisa menangani sendiri, maka para Imamlah yang membantu atau ditugaskan untuk membantu Uskup. Tugas para Imam adalah membrikan pelayanan ekaristi dan pelayanan pastroal yang lain kepada umat yang tidak bisa ditangani langsung oleh Uskup. Sebagai seorang Imam maka dia juga ditekankan untuk membrikan pengajaran dan teladan yang baik demi perkembangan di pelosok-pelosk, dan berbagai pelayanan pastoral yang lain yang diharapkan membantu umat dalam mengenal Kristus. D. Diakon Diakon adalah pelayan Uskup atau pembantu Uskup, dan pelayan altar. Pada masa Gereja perdana, fungsi diakon sebagai orang yang melayani kaum janda dan miskin dalam hal makanan. Namun dalam perkembangan Gereja hingga sekarang maka, Diakon dimasukan dalam jajaran hirarki Gereja dengan syarat thabisan atau menerima thabisan suci. Dan tugas pokok mereka sekarang adalah melayani Uskup dan melayani Imam di altar dalam membacakan Injil. Diakon sebagai calon Imam kelak maka diharapkan juga selalu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar menjadi pelayan terbaik. Terlepas dari kmpat hirarki yang kita kenal maka dalam Gereja katolik pun kita memiliki organisasi-organisasi dari tingkat kepausan-keuskupan.

BAGIAN I PIMPINAN GEREJA DAN PERANGKATNYA A. PIMIPINAN UMUM

1. Sri Paus/para penggantnya. 2. Kuria Romana 3. Pro-nuntiatur Apostolik B. USKUP-USKUP SEDUNIA C. USKUP-USKUP SEBENUA misalnya (FDERATION OF ASIAN BISHOPS’CONFERENCES (FABC) D. USKUP-USKUP SENEGARA misalnya (KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA). 1. MASING-MASING PERANGKAT a) Sekertaris Jenderal KWI… b) Kantor Waligereja Indonesia (KAWALI)… 2. KOMISI-KOMISI DAN LEMBAGA-LEMBAGA… a) Komisi Hubungan antar agama-agama dan kepercayaan (HAK)… b) Komisia-komisi karya misioner (KM)… c) Komisi kateketik (KOMKAT)… d) Komisi Keluarga…. e) Komisi kepemudaan…. f) Komisi kerasulan awam (KERAWAM)…. g) Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS)…. h) Komisi Liturgi (KOMLIT)….. i) Komisi Pendidikan/MNPK…. j) Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)….. k) Kmisi Seminari… l) Komisi Teologi… m) Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace)… n) Lembaga Biblika Indonesia (LBI)… o) Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial… E. USKUP YANG MENJADI PIMPINAN SUATU KEUSKUPAN misalnya (KEUSKUPAN PANDUNG) A. PERANGKATNYA 1. Uskup (Pimpinan Keuskupan) 2. Vikjend (Vikaris Jenderal) 3. Sekertari (Uskup) B. KOMISI-KOMISI DALAM KEUSKUPAN a) Komisi Hubungan antar agama-agama dan kepercayaan (HAK)… b) Komisia-komisi karya misioner (KM)… c) Komisi kateketik (KOMKAT)… d) Komisi Keluarga…. e) Komisi kepemudaan…. f) Komisi kerasulan awam (KERAWAM)…. g) Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS)…. h) Komisi Liturgi (KOMLIT)….. i) Komisi Pendidikan/MNPK…. j) Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)….. k) Kmisi Seminari… l) Komisi Teologi… m) Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace)… n) Lembaga Biblika Indonesia (LBI)… o) Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial D. KOMISI DALAM PAROKI 1. Pastor Paroki 2. Sekertariat Paroki 3. Perangatnya: a) Komisi Hubungan antar agama-agama dan kepercayaan (HAK)… b). Komisia-komisi karya misioner (KM)… c). Komisi kateketik (KOMKAT)… d). Komisi Keluarga…. e). Komisi kepemudaan…. f). Komisi kerasulan awam (KERAWAM)…. g). Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS)…. h). Komisi Liturgi (KOMLIT)….. i). Komisi Pendidikan/MNPK…. j). Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)….. k). Kmisi Seminari… l). Komisi Teologi… m). Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace)… n). Lembaga Biblika Indonesia (LBI)… o). Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial II. Masalah yang dihadapi dalam Hirarki Gereja a) Masalah yang dihadapi adalah setiap pergantian dari kepemimpinan ini selalu memiliki kebijakan yang baru atau kebijakan yang berbeda. b) Komunikasi yang kurang ditangkap akibat bahasa atau budaya setempat. c) Perbedaan tradisi Gereja Barat dan dan Gereja-Gereja lain yang masih berpegang pada tradisi Gereja tradisional. III. Apa solusinya? Solusi yang ditawarkan disini adalah, Perlu ditekankan kembali atau mengingatkan kembali bagaimana pentingnya komunikasi dan kerja sama. Oleh karena itu perlu ada atau dibentuk suatu tim yang bisa memantau jalanya Gereja ini. Bila perlu pembentukan Tim kepausan sampai pada tim parokial. Maksudnya agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Selain itu juga perlu diingatkan kembali agar setiap hirarki selalu memperhatikan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai Gembala umat. Perlu adanya konferensi atau pertemuan lokal untuk membahas kekurangan-kekurangan yang terjadi atau membuat rencana untuk perkembangan Gereja lokal. Sebab Gereja lokal sangat diwarnai dengan berbagai macam keunikan gaya hidup masing-masing. Memperhatikan kembali norma-norma atau kaida-kaida dalam Hukum Gerejani agar umat pun tidak selalu melanggar. Sebagai Gembala umat perlu ada ketegasan. Dan pada akhirnya perlu ada Evaluasi diantara para Hirarki Gereja demi perkembangan iman Gereja di dunia seluruhnya. I. Gambaran tetang Hirarki Gereja Kekuatan Gereja sangat tergantung pada organisasi-organisasi yang kita bangun sejak Gereja perdana dan itu sampai hari ini kita sebagai gereja masa kin masih menjalaninya. Yesus meninggalkan tradisi ini sebagai bentuk peletakan dasar hidup Gereja yang kuat. Kata Yesus hai petrus diatas batu karang ini Aku akan dirikan Gereja. Rupanya kita tidak bisa menghilangkan tradi dari kitab Suci ini, sebab banyak hal yang kita lakukan dan alami sekarang ini merupakan tradisi Yesus dan para murid. Yesus pergi dan meninggalkan warisan yang istimewa yakni Gereja (Umat) yang dibawa pimpinan Petrus dan para murid yang lain. Maka kita kenal dalam Gereja katolik sekarang ada struktur kepemimpinan yang disebut hirarki Gereja. Mereka inilah yang sampai pada saat ini membuat Gereja kuat dan tak muda tercerai berai dan tidak memiliki sekte-sekte seperti agam-agama yang lain.Siapa saja mereka itu? A. PAUS B. USKUP C. IMAM D. DIAKON Sangat jelas dalam DSA (Doa Syukur Agung) telah kita sebut nama-nama tersebut dengan prinsip bahwa kita mendoakan mereka agar mereka selalu memegang jabatan kerasulan dan tugas ini dengan baik dan benar, dan bukan merupakan suatu beban hidup mereka. Bagaimana tugas mereka? A. Paus Paus adalah sebagai pengganti Rasul petrus; sebagai penganti petrus maka dialah yang menjadi pemimpin Gereja. Sebagai pemimpin tertinggi Gereja maka dia bertanggung jawab atas seluruh reksa pastoral dan Hukum Gerejani yang ada di Gereja Katolik. Paus yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi diharapkan supaya dapat menghidupi suatu persekutuan komunitas ilahi yang ada di dalam Gereja Katolik dan berusaha memperhatikan Hukum-hukum Gereja agar Gereja ini mampu berdiri sampai selama-lamanya. Namun dalam menjalani tugas Gerejani Paus tidak bekerja sendiri seperti robot tetapi Paus memiliki rekan kerja yang ada di tiap-tiap keuskupan di seluruh dunia yakni Uskup. siapa Uskup itu?. B. Uskup Uskup sebagai pengganti rasul yang lain yang merupakan rekan Kerja dari Petrus. Uskup sebagai rekan kerja dari Paus,maka Uskup diberikan kuasa untuk bertanggung jawab dalam suatu keuskupan atau Diosesan. Tugas Uskup juga bertanggung jawab atas perkembangan iman umat yang ada dalam keuskupan atau dalam sebuah keuskupan. Sebagai Gembala umat Uskup harus mampu memberikan teladan hidup dan mampu mengarahkan umat kepada Kristus. Uskupun kita tahu bahwa Ia tidak dapat bekerja sendiri seperti robot sama dengan Paus, tetapi Ia memiliki rekan Kerja yang bekerja di Paroki-paroki yakni beberapa imam. Siapa imam itu? C. Imam Imam adalah rekan kerja Uskup atau perpanjangan tangan dari Uskup. Dengan wilayah keuskupan yang paling luas itu maka Uskup tidak bisa menangani sendiri, maka para Imamlah yang membantu atau ditugaskan untuk membantu Uskup. Tugas para Imam adalah membrikan pelayanan ekaristi dan pelayanan pastroal yang lain kepada umat yang tidak bisa ditangani langsung oleh Uskup. Sebagai seorang Imam maka dia juga ditekankan untuk membrikan pengajaran dan teladan yang baik demi perkembangan di pelosok-pelosk, dan berbagai pelayanan pastoral yang lain yang diharapkan membantu umat dalam mengenal Kristus. D. Diakon Diakon adalah pelayan Uskup atau pembantu Uskup, dan pelayan altar. Pada masa Gereja perdana, fungsi diakon sebagai orang yang melayani kaum janda dan miskin dalam hal makanan. Namun dalam perkembangan Gereja hingga sekarang maka, Diakon dimasukan dalam jajaran hirarki Gereja dengan syarat thabisan atau menerima thabisan suci. Dan tugas pokok mereka sekarang adalah melayani Uskup dan melayani Imam di altar dalam membacakan Injil. Diakon sebagai calon Imam kelak maka diharapkan juga selalu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar menjadi pelayan terbaik. Terlepas dari kmpat hirarki yang kita kenal maka dalam Gereja katolik pun kita memiliki organisasi-organisasi dari tingkat kepausan-keuskupan. BAGIAN I PIMPINAN GEREJA DAN PERANGKATNYA A. PIMIPINAN UMUM 1. Sri Paus/para penggantnya. 2. Kuria Romana 3. Pro-nuntiatur Apostolik B. USKUP-USKUP SEDUNIA C. USKUP-USKUP SEBENUA misalnya (FDERATION OF ASIAN BISHOPS’CONFERENCES (FABC) D. USKUP-USKUP SENEGARA misalnya (KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA). 1. MASING-MASING PERANGKAT a) Sekertaris Jenderal KWI… b) Kantor Waligereja Indonesia (KAWALI)… 2. KOMISI-KOMISI DAN LEMBAGA-LEMBAGA… a) Komisi Hubungan antar agama-agama dan kepercayaan (HAK)… b) Komisia-komisi karya misioner (KM)… c) Komisi kateketik (KOMKAT)… d) Komisi Keluarga…. e) Komisi kepemudaan…. f) Komisi kerasulan awam (KERAWAM)…. g) Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS)…. h) Komisi Liturgi (KOMLIT)….. i) Komisi Pendidikan/MNPK…. j) Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)….. k) Kmisi Seminari… l) Komisi Teologi… m) Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace)… n) Lembaga Biblika Indonesia (LBI)… o) Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial… E. USKUP YANG MENJADI PIMPINAN SUATU KEUSKUPAN misalnya (KEUSKUPAN PANDUNG) A. PERANGKATNYA 1. Uskup (Pimpinan Keuskupan) 2. Vikjend (Vikaris Jenderal) 3. Sekertari (Uskup) B. KOMISI-KOMISI DALAM KEUSKUPAN a) Komisi Hubungan antar agama-agama dan kepercayaan (HAK)… b) Komisia-komisi karya misioner (KM)… c) Komisi kateketik (KOMKAT)… d) Komisi Keluarga…. e) Komisi kepemudaan…. f) Komisi kerasulan awam (KERAWAM)…. g) Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS)…. h) Komisi Liturgi (KOMLIT)….. i) Komisi Pendidikan/MNPK…. j) Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)….. k) Kmisi Seminari… l) Komisi Teologi… m) Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace)… n) Lembaga Biblika Indonesia (LBI)… o) Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial D. KOMISI DALAM PAROKI 1. Pastor Paroki 2. Sekertariat Paroki 3. Perangatnya: a) Komisi Hubungan antar agama-agama dan kepercayaan (HAK)… b). Komisia-komisi karya misioner (KM)… c). Komisi kateketik (KOMKAT)… d). Komisi Keluarga…. e). Komisi kepemudaan…. f). Komisi kerasulan awam (KERAWAM)…. g). Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS)…. h). Komisi Liturgi (KOMLIT)….. i). Komisi Pendidikan/MNPK…. j). Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)….. k). Kmisi Seminari… l). Komisi Teologi… m). Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace)… n). Lembaga Biblika Indonesia (LBI)… o). Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial II. Masalah yang dihadapi dalam Hirarki Gereja a) Masalah yang dihadapi adalah setiap pergantian dari kepemimpinan ini selalu memiliki kebijakan yang baru atau kebijakan yang berbeda. b) Komunikasi yang kurang ditangkap akibat bahasa atau budaya setempat. c) Perbedaan tradisi Gereja Barat dan dan Gereja-Gereja lain yang masih berpegang pada tradisi Gereja tradisional. III. Apa solusinya? Solusi yang ditawarkan disini adalah, Perlu ditekankan kembali atau mengingatkan kembali bagaimana pentingnya komunikasi dan kerja sama. Oleh karena itu perlu ada atau dibentuk suatu tim yang bisa memantau jalanya Gereja ini. Bila perlu pembentukan Tim kepausan sampai pada tim parokial. Maksudnya agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Selain itu juga perlu diingatkan kembali agar setiap hirarki selalu memperhatikan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai Gembala umat. Perlu adanya konferensi atau pertemuan lokal untuk membahas kekurangan-kekurangan yang terjadi atau membuat rencana untuk perkembangan Gereja lokal. Sebab Gereja lokal sangat diwarnai dengan berbagai macam keunikan gaya hidup masing-masing. Memperhatikan kembali norma-norma atau kaida-kaida dalam Hukum Gerejani agar umat pun tidak selalu melanggar. Sebagai Gembala umat perlu ada ketegasan. Dan pada akhirnya perlu ada Evaluasi diantara para Hirarki Gereja demi perkembangan iman Gereja di dunia seluruhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: